Jika Dia Memilih Pergi Meninggalkanmu

Daftar Isi

Jika Dia Memilih Pergi Meninggalkanmu, Inilah 7 Hal yang Sebaiknya Kamu Lakukan

Ketika seseorang yang kamu sayangi memilih pergi, hal pertama yang biasanya muncul adalah keinginan untuk mencari tahu alasannya.

Kamu mungkin ingin menghubunginya kembali, meminta penjelasan, melihat aktivitasnya di media sosial, atau berharap suatu hari dia menyadari bahwa keputusannya adalah sebuah kesalahan.

Namun, semakin kamu mengejar seseorang yang sudah memilih pergi, semakin sulit bagi dirimu sendiri untuk benar-benar pulih.

Karena itu, jika seseorang memutuskan meninggalkanmu, jangan jadikan kepergiannya sebagai alasan untuk menghancurkan dirimu sendiri.

Jadikan itu sebagai titik awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.

Berikut adalah tujuh langkah yang bisa kamu lakukan.


1. Berhenti Mengejar dan Berikan Jarak

Tidak perlu terus mengirim pesan.

Tidak perlu mencari alasan untuk menghubunginya.

Tidak perlu terus menanyakan kabarnya hanya karena kamu merasa kehilangan.

Jika dia sudah memilih untuk pergi, berikan ruang.

Diam dalam situasi seperti ini bukan berarti kamu kalah. Diam berarti kamu sedang memberikan kesempatan kepada dirimu sendiri untuk berpikir dengan lebih jernih.

Ketika emosi masih tinggi, seseorang sering melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak ingin dilakukan.

Misalnya mengirim pesan panjang pada tengah malam, memohon agar hubungan tidak berakhir, atau terus bertanya mengapa dirinya ditinggalkan.

Contoh

Daripada mengirim:

"Tolong jangan pergi. Aku masih ingin memperbaiki semuanya."

Kamu bisa memilih untuk tidak menghubungi terlebih dahulu dan menggunakan waktu tersebut untuk menenangkan diri.

Jika memang ada hal penting yang harus diselesaikan, komunikasikan dengan baik.

Namun setelah semuanya selesai, berikan dirimu kesempatan untuk melanjutkan hidup.


2. Batasi Akses yang Membuatmu Sulit Move On

Salah satu hal yang membuat proses melupakan seseorang menjadi semakin sulit adalah kebiasaan memeriksa kehidupannya.

Kamu melihat unggahan terbaru.

Kemudian melihat siapa yang memberikan komentar.

Lalu melihat apakah dia sedang bersama seseorang.

Tanpa sadar, kamu menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mencari informasi tentang seseorang yang sudah tidak lagi menjadi bagian dari kehidupanmu.

Jika melihat aktivitasnya membuatmu sulit tenang, kamu boleh berhenti mengikuti atau membisukannya.

Bahkan jika diperlukan, kamu bisa membatasi akses untuk sementara.

Ini bukan tentang membenci.

Ini tentang menjaga kesehatan emosimu.

Contoh

Jika setiap kali membuka Instagram kamu selalu mencari profilnya, coba berhenti mengikuti atau mute akun tersebut.

Dengan begitu, kamu tidak terus-menerus mendapatkan pengingat tentang dirinya.

Semakin sedikit pemicu yang kamu lihat, semakin mudah bagimu mengalihkan perhatian kepada kehidupanmu sendiri.


3. Perbaiki Kondisi Tubuhmu

Setelah mengalami perpisahan, jangan biarkan rasa kehilangan membuatmu berhenti merawat diri.

Mulailah berolahraga.

Perbaiki pola tidur.

Perhatikan makanan yang kamu konsumsi.

Bangun tubuh yang lebih sehat dan kuat.

Namun, lakukan semua itu bukan semata-mata supaya mantanmu melihat perubahanmu.

Lakukan karena tubuhmu adalah bagian dari kehidupanmu yang harus kamu rawat.

Contoh

Jika sebelumnya kamu jarang berolahraga, mulailah dengan sederhana.

Misalnya:

  • berjalan kaki 30 menit;

  • latihan beban beberapa kali seminggu;

  • memperbaiki pola makan;

  • mengurangi kebiasaan begadang;

  • dan tidur lebih teratur.

Setelah beberapa bulan, perubahan bukan hanya terlihat dari penampilan.

Kamu mungkin merasa lebih percaya diri, lebih berenergi, dan lebih disiplin.

Itulah perubahan yang sebenarnya.


4. Tingkatkan Kualitas Hidupmu, Bukan Hanya Penampilanmu

Perubahan yang paling penting bukan hanya apa yang terlihat dari luar.

Kamu juga perlu memperbaiki kehidupanmu secara keseluruhan.

Bangun rutinitas yang lebih baik.

Tingkatkan kemampuanmu.

Perbaiki kondisi finansial.

Kembangkan karier.

Belajar mengelola waktu.

Bangun disiplin.

Dan mulai menentukan tujuan hidup yang jelas.

Jangan hanya mengatakan:

"Aku akan berubah."

Tunjukkan perubahan tersebut melalui tindakan.

Contoh

Jika sebelumnya kamu tidak memiliki tujuan finansial, mulai buat target.

Misalnya menabung sejumlah uang setiap bulan, meningkatkan kemampuan kerja, mempelajari keterampilan baru, atau membangun sumber penghasilan tambahan.

Jika sebelumnya waktumu banyak dihabiskan untuk memikirkan hubungan yang sudah berakhir, gunakan sebagian waktu tersebut untuk membangun masa depan.

Karena kehidupan yang lebih baik tidak dibangun dalam satu malam.

Ia dibangun melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.


5. Berhenti Menempatkan Dirimu Sebagai Orang yang Selalu Menunggu

Ketika seseorang pergi, jangan hidup seolah-olah seluruh kehidupanmu berhenti sampai dia kembali.

Kamu tidak harus selalu tersedia.

Kamu tidak harus menunggu pesan darinya.

Kamu tidak harus membatalkan rencana hanya karena dia tiba-tiba muncul kembali.

Tetap jalani kehidupanmu.

Jika suatu hari dia menghubungimu, kamu bisa mempertimbangkannya dengan tenang.

Tetapi jangan menjadikan kemungkinan dia kembali sebagai alasan untuk berhenti berkembang.

Contoh

Bayangkan kamu sudah memiliki rencana untuk berolahraga, bekerja, atau berkumpul bersama teman.

Kemudian mantanmu tiba-tiba mengirim pesan.

Kamu tidak harus langsung meninggalkan semua aktivitas hanya untuk membalasnya.

Selesaikan apa yang sedang kamu lakukan.

Balas ketika kamu memang memiliki waktu.

Ini bukan tentang sengaja membuat seseorang menunggu.

Ini tentang memiliki kehidupan sendiri yang tidak bergantung pada kehadiran seseorang.


6. Biarkan Perubahanmu Terlihat Secara Alami

Kamu tidak perlu terus-menerus menunjukkan kepada mantan bahwa hidupmu sekarang lebih baik.

Tidak perlu membuat unggahan yang sengaja ditujukan kepadanya.

Tidak perlu menulis status seperti:

"Lihat, sekarang aku sudah sukses tanpa kamu."

Jika memang hidupmu berkembang, biarkan perkembangan itu terlihat dengan sendirinya.

Orang-orang akan menyadarinya.

Teman-temanmu akan melihatnya.

Dan mungkin suatu hari dia juga akan mengetahuinya.

Tetapi yang paling penting adalah kamu sendiri menyadari bahwa hidupmu telah berubah.

Contoh

Daripada mengunggah foto hanya untuk membuat mantan cemburu, lebih baik benar-benar membangun sesuatu.

Kamu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

Tubuhmu menjadi lebih sehat.

Keuanganmu semakin tertata.

Kamu memiliki keterampilan baru.

Mentalmu lebih stabil.

Itulah pencapaian yang jauh lebih berarti daripada sekadar mendapatkan reaksi dari seseorang.


7. Jangan Kembali Hanya Karena Dia Kembali

Salah satu kesalahan yang sering terjadi setelah perpisahan adalah menerima seseorang kembali hanya karena merasa rindu.

Padahal, seseorang kembali bukan selalu berarti masalah yang menyebabkan perpisahan sudah selesai.

Jika suatu hari dia kembali, jangan terburu-buru mengambil keputusan.

Tanyakan kepada dirimu:

Apa yang sebenarnya berubah?

Mengapa hubungan ini dulu berakhir?

Apakah masalah yang sama masih ada?

Apakah kami benar-benar bisa membangun hubungan yang lebih sehat?

Jangan kembali hanya karena takut sendirian.

Jangan kembali hanya karena nostalgia.

Dan jangan kembali hanya karena kamu merasa kehilangan.

Jika ingin memberikan kesempatan kedua, pastikan ada perubahan nyata dari kedua pihak.


Ini Bukan Tentang Balas Dendam

Pada akhirnya, semua langkah di atas bukan bertujuan membuat seseorang menyesal.

Kamu tidak perlu menghabiskan hidupmu untuk menunggu hari ketika mantanmu melihat kesuksesanmu lalu merasa kehilangan.

Karena kalau seluruh perkembanganmu masih bergantung pada reaksinya, berarti dia masih memiliki kendali atas hidupmu.

Tujuan sebenarnya jauh lebih sederhana.

Kamu ingin menjadi lebih baik karena dirimu sendiri.

Kamu ingin memiliki tubuh yang sehat.

Keuangan yang lebih baik.

Karier yang berkembang.

Mental yang lebih kuat.

Pertemanan yang sehat.

Kehidupan yang memiliki arah.

Dan yang paling penting, kamu ingin memiliki kemampuan untuk tetap berdiri meskipun seseorang yang pernah kamu cintai memilih pergi.


Jangan Jadikan Kepergian Seseorang Sebagai Akhir Hidupmu

Seseorang boleh meninggalkanmu.

Seseorang boleh berubah pikiran.

Seseorang boleh memilih jalan hidup yang berbeda.

Tetapi jangan biarkan keputusan tersebut menentukan masa depanmu.

Perpisahan mungkin menyakitkan, tetapi rasa sakit tersebut tidak harus menjadi identitasmu.

Gunakan pengalaman itu untuk belajar.

Gunakan waktu itu untuk berkembang.

Gunakan kesendirian untuk mengenal dirimu sendiri.

Dan ketika suatu hari kamu melihat kembali masa lalu, semoga kamu tidak berkata:

"Aku berharap dia kembali."

Tetapi:

"Aku bersyukur karena setelah dia pergi, aku akhirnya mulai membangun diriku sendiri."

Karena kemenangan terbesar setelah sebuah hubungan berakhir bukanlah ketika orang tersebut menyesal telah meninggalkanmu.

Kemenangan terbesar adalah ketika kamu sudah tidak lagi membutuhkan penyesalannya untuk merasa berharga.

Tetaplah berjalan.

Tetaplah berkembang.

Dan jika suatu hari seseorang kembali ke dalam hidupmu, pastikan kamu memilihnya karena memang hubungan tersebut layak diperjuangkan, bukan karena kamu takut kehilangan.

Posting Komentar