Jangan Pernah Percaya Pada Wanita Yang Meninggalkan Pria Lain Hanya Untuk Bersamamu

Daftar Isi


Jangan Abaikan Pola: Kenali Karakter Seseorang Sebelum Menjalin Hubungan Serius

Tidak semua hubungan berakhir karena seseorang adalah "orang jahat". Ada kalanya sebuah hubungan berakhir karena memang sudah tidak sehat, tidak cocok, atau kedua orang di dalamnya sudah tidak mampu mempertahankan hubungan tersebut.

Namun, ada satu hal yang penting untuk diperhatikan ketika kamu bertemu seseorang yang baru saja meninggalkan hubungan lamanya demi bersamamu:

Jangan hanya melihat bagaimana dia memperlakukanmu. Perhatikan juga bagaimana dia mengakhiri hubungan sebelumnya.

Bukan berarti seseorang yang meninggalkan hubungan lama pasti akan melakukan hal yang sama kepadamu. Manusia bisa berubah, belajar dari kesalahan, dan memperbaiki cara mereka menjalani hubungan.

Tetapi pola perilaku tetap layak diperhatikan.


1. Jangan Hanya Terpesona Karena Kamu Dipilih

Ketika seseorang meninggalkan pasangannya lalu memilihmu, ada kemungkinan kamu merasa sangat istimewa.

Kamu mungkin berpikir:

"Berarti dia benar-benar memilih aku."

Perasaan tersebut memang menyenangkan.

Namun jangan berhenti pada pertanyaan:

"Mengapa dia memilihku?"

Tanyakan juga:

"Bagaimana cara dia meninggalkan orang sebelumnya?"

Apakah hubungan sebelumnya memang sudah berakhir secara sehat?

Apakah dia menyelesaikan hubungan tersebut terlebih dahulu sebelum memulai hubungan baru?

Atau dia sudah membangun kedekatan denganmu ketika hubungan lamanya masih berlangsung?

Jawaban dari pertanyaan tersebut bisa memberikan gambaran tentang bagaimana dia menghadapi masalah dan mengambil keputusan dalam hubungan.


2. Cara Seseorang Mengakhiri Hubungan Juga Menunjukkan Karakter

Tidak semua orang yang meninggalkan pasangan adalah orang yang tidak setia.

Ada hubungan yang memang sudah tidak sehat.

Ada pasangan yang sudah tidak memiliki tujuan hidup yang sama.

Ada hubungan yang harus diakhiri karena terjadi masalah yang tidak bisa diselesaikan.

Karena itu, jangan langsung menyimpulkan bahwa seseorang pasti akan melakukan hal yang sama kepadamu hanya karena dia pernah meninggalkan orang lain.

Yang perlu diperhatikan adalah pola pengambilan keputusannya.

Misalnya, setiap kali hubungan menghadapi masalah, dia selalu mencari orang baru sebagai pelarian.

Itu berbeda dengan seseorang yang menyelesaikan hubungan lama dengan baik, mengambil waktu untuk dirinya sendiri, kemudian memulai hubungan baru setelah benar-benar siap.


3. Jangan Jadikan Dirimu Sebagai Pelarian

Ada orang yang masuk ke hubungan baru bukan karena benar-benar siap mencintai orang baru, tetapi karena ingin melupakan rasa sakit dari hubungan sebelumnya.

Pada awalnya, hubungan tersebut bisa terasa sangat intens.

Dia sering menghubungimu.

Dia membutuhkan perhatianmu.

Dia ingin selalu bersamamu.

Dia membuatmu merasa sangat dibutuhkan.

Namun setelah luka dari hubungan sebelumnya mulai mereda, hubungan baru tersebut mungkin menghadapi kenyataan.

Karena itu, penting untuk bertanya:

Apakah dia benar-benar memilihku, atau hanya sedang mencari seseorang yang bisa membuatnya tidak merasa sendirian?

Contoh:

Seorang wanita baru saja putus.

Beberapa hari kemudian dia menjadi sangat dekat denganmu.

Dia sering mengatakan:

"Aku nyaman sekali bersamamu."

Setiap kali dia sedih, dia mencarimu.

Setiap kali teringat mantan, dia menghubungimu.

Pada akhirnya kamu menjadi tempat dia mendapatkan kenyamanan.

Namun hubungan kalian belum tentu dibangun atas kesiapan yang sehat.

Kamu mungkin bukan tujuan akhirnya.

Kamu mungkin hanya menjadi tempat dia beristirahat dari luka sebelumnya.


4. Perhatian Bukan Selalu Berarti Cinta

Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan seseorang ketika sedang jatuh cinta.

Dia menerima banyak perhatian lalu menganggap:

"Dia pasti sangat mencintaiku."

Padahal perhatian bisa datang dari berbagai hal.

Seseorang bisa mencari perhatian karena kesepian.

Karena sedang terluka.

Karena membutuhkan validasi.

Karena takut sendirian.

Atau karena memang benar-benar memiliki perasaan kepadamu.

Karena itu, jangan hanya menilai hubungan berdasarkan intensitas perhatian.

Lihat konsistensi perilaku dalam jangka panjang.

Apakah dia tetap menghargaimu ketika hubungan tidak lagi terasa baru?

Apakah dia tetap berkomunikasi ketika sedang menghadapi masalah?

Apakah dia mau menyelesaikan konflik?

Apakah dia tetap menjaga batasan dengan orang lain?

Di situlah kualitas hubungan mulai terlihat.


5. Bagaimana Dia Menghadapi Masalah?

Ini mungkin salah satu hal terpenting yang harus kamu perhatikan sebelum hubungan menjadi serius.

Ketika menghadapi masalah, seseorang biasanya memiliki beberapa pilihan:

Menyelesaikan.

Menghindar.

Menyalahkan.

Atau mencari pengganti.

Jika seseorang memiliki kebiasaan meninggalkan hubungan setiap kali muncul masalah kecil, kamu perlu berhati-hati.

Bukan karena dia pasti akan meninggalkanmu.

Tetapi karena pola tersebut menunjukkan bahwa dia mungkin belum memiliki kemampuan yang matang dalam menghadapi konflik.

Contoh:

Ketika terjadi masalah, pasangan pertama berkata:

"Aku tidak suka dengan apa yang terjadi. Mari kita bicarakan dan cari solusinya."

Sementara pasangan kedua langsung berkata:

"Kalau begini terus, lebih baik kita selesai."

Jika pola tersebut terjadi berulang kali, masalahnya bukan lagi sekadar pertengkaran.

Masalahnya adalah cara menghadapi masalah.


6. Jangan Terlalu Cepat Menghakimi Mantannya

Ada satu bagian penting yang sering diabaikan.

Ketika seseorang bercerita tentang mantannya, kamu mungkin hanya mendengar satu sisi cerita.

Dia mungkin berkata:

"Semua mantanku toxic."

Mungkin memang benar.

Tetapi kamu belum mengetahui seluruh cerita.

Karena itu, jangan langsung menganggap mantannya selalu menjadi pihak yang salah.

Dengarkan ceritanya, tetapi tetap gunakan penilaianmu sendiri.

Perhatikan apakah ceritanya konsisten dengan perilakunya.

Karena seseorang bisa mengatakan:

"Aku selalu menjadi korban."

Tetapi jika semua hubungan masa lalunya memiliki pola yang sama, kamu perlu bertanya:

Apakah benar semua orang lain yang menjadi masalah?

Atau ada sesuatu dalam cara dia menjalani hubungan yang belum dia sadari?


7. Pola Lebih Penting daripada Satu Kejadian

Satu kesalahan tidak selalu menunjukkan karakter seseorang.

Semua orang bisa melakukan kesalahan.

Semua orang bisa membuat keputusan buruk.

Semua orang bisa belajar.

Tetapi pola yang terus berulang adalah sesuatu yang berbeda.

Misalnya:

Hubungan pertama bermasalah → mencari pasangan baru.

Hubungan kedua bermasalah → mencari pasangan baru.

Hubungan ketiga bermasalah → mencari pasangan baru.

Kemudian setiap mantan selalu disebut sebagai orang yang toxic.

Di titik ini, jangan buru-buru mengambil kesimpulan.

Tetapi perhatikan polanya.

Mungkin ada sesuatu yang perlu dipahami sebelum kamu memutuskan untuk membawa hubungan tersebut ke tahap yang lebih serius.


8. Jangan Biarkan Perhatian Membutakanmu

Ketika seseorang memberikan perhatian besar kepadamu, logika bisa menjadi lebih sulit digunakan.

Kamu merasa spesial.

Kamu merasa dibutuhkan.

Kamu merasa akhirnya menemukan seseorang yang berbeda.

Akibatnya, kamu mulai mengabaikan tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat.

Kamu melihat apa yang ingin kamu lihat.

Bukan apa yang benar-benar terjadi.

Karena itu, ketika sedang jatuh cinta, tetap gunakan akal sehat.

Perasaan boleh kuat, tetapi pengamatan harus tetap jernih.

Jangan hanya melihat bagaimana dia memperlakukanmu ketika semuanya berjalan baik.

Lihat bagaimana dia bersikap ketika kecewa.

Lihat bagaimana dia berbicara tentang mantan.

Lihat bagaimana dia menghadapi konflik.

Lihat apakah dia mampu mengakui kesalahan.

Dan lihat apakah dia belajar dari hubungan masa lalunya.


9. Orang Bisa Berubah

Ini bagian yang tidak boleh dilupakan.

Seseorang tidak selamanya harus terjebak dalam kesalahan masa lalunya.

Mungkin dahulu dia memang memiliki kebiasaan buruk dalam hubungan.

Namun setelah mengalami konsekuensi dari tindakannya, dia bisa belajar.

Dia bisa menjadi lebih dewasa.

Dia bisa belajar berkomunikasi.

Dia bisa belajar menyelesaikan konflik.

Dia bisa memahami pentingnya kesetiaan dan komitmen.

Jadi, jangan menghukum seseorang hanya karena masa lalunya.

Nilai perubahan dari perilakunya sekarang.

Masa lalu adalah informasi.

Tetapi perilaku saat ini adalah bukti yang lebih relevan.


10. Pilih Berdasarkan Karakter, Bukan Sekadar Perhatian

Pada akhirnya, jangan memilih pasangan hanya karena dia sangat menyukaimu.

Jangan memilih hanya karena dia meninggalkan orang lain demi kamu.

Dan jangan memilih hanya karena kamu merasa sangat dibutuhkan.

Pilih seseorang yang mampu membangun hubungan dengan cara yang sehat.

Seseorang yang:

  • mampu berkomunikasi ketika ada masalah,
  • menghormati batasan,
  • bertanggung jawab atas kesalahannya,
  • tidak menggunakan orang lain sebagai pelarian,
  • mampu mengakhiri hubungan dengan cara yang dewasa,
  • dan bersedia memperbaiki hubungan ketika terjadi masalah.

Begitu juga dengan dirimu.

Jangan hanya menuntut pasangan memiliki kualitas tersebut.

Pastikan kamu juga memilikinya.


Kesimpulan

Jangan langsung percaya bahwa seseorang akan mengulangi masa lalunya.

Tetapi jangan pula mengabaikan masa lalu tersebut.

Jika seorang wanita meninggalkan hubungan sebelumnya lalu bersamamu, jangan hanya bertanya:

"Apakah dia mencintaiku?"

Tanyakan juga:

"Apa yang bisa aku pelajari dari cara dia menjalani hubungan sebelumnya?"

Karena sebuah hubungan tidak hanya memperlihatkan bagaimana seseorang mencintai ketika semuanya berjalan baik.

Hubungan juga memperlihatkan bagaimana seseorang menghadapi konflik, kekecewaan, kesetiaan, dan perpisahan.

Jangan abaikan pola.

Namun jangan pula menghakimi hanya berdasarkan satu kejadian.

Perhatikan konsistensi. Perhatikan tindakan. Perhatikan bagaimana seseorang menghadapi masalah.

Karena perhatian bisa membuatmu merasa istimewa.

Kata-kata bisa membuatmu percaya.

Tetapi karakter terlihat dari pola perilaku yang terus berulang.

Dan sebelum menyerahkan masa depanmu kepada seseorang, pastikan kamu tidak hanya melihat bagaimana dia memperlakukanmu hari ini.

Lihat juga bagaimana dia memperlakukan hubungan ketika keadaan tidak lagi sesuai dengan keinginannya.

Posting Komentar