Jangan Khawatir Ke Mana Dia Pergi

Daftar Isi


Jangan Kehilangan Ketenangan Hanya Karena Sikap Seorang Wanita

Dalam hubungan atau proses pendekatan, salah satu kesalahan yang sering dilakukan seorang pria adalah terlalu fokus pada perilaku wanita yang sedang ia sukai.

Dia belum membalas pesan, mulai menjaga jarak, terlihat dekat dengan orang lain, atau tiba-tiba berubah sikap, kemudian pikiran langsung dipenuhi berbagai pertanyaan.

"Apakah dia sudah tidak tertarik?"

"Apakah dia sedang bersama pria lain?"

"Mengapa dia tidak membalas pesanku?"

Semakin banyak pertanyaan yang muncul, semakin sulit seseorang mengendalikan emosinya.

Padahal, ada satu prinsip sederhana yang perlu dipahami:

Kamu tidak dapat mengendalikan perilaku orang lain, tetapi kamu selalu dapat mengendalikan bagaimana kamu meresponsnya.

Jangan Khawatir Ke Mana Dia Pergi

Kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan ke mana seseorang pergi, dengan siapa dia bertemu, atau apa yang sedang dia lakukan ketika dia tidak bersamamu.

Bukan berarti kamu tidak peduli. Artinya, kamu memahami bahwa setiap orang memiliki kehidupan pribadi dan ruang masing-masing.

Hubungan yang sehat tidak dibangun dari pengawasan terus-menerus.

Contoh

Misalnya, kamu mengirim pesan kepada seorang wanita pada sore hari.

Beberapa jam kemudian dia belum membalas.

Pria yang tidak mampu mengendalikan emosinya mungkin akan mulai mengirim pesan berkali-kali:

"Kamu di mana?"

"Kenapa nggak balas?"

"Kamu marah sama aku?"

"Lagi sama siapa?"

Sementara pria yang lebih tenang akan berpikir:

"Dia mungkin sedang sibuk. Kalau memang ingin berbicara denganku, dia akan membalas ketika memiliki waktu."

Kemudian dia kembali menjalani aktivitasnya.

Perbedaannya bukan pada situasinya.

Perbedaannya ada pada reaksinya.


Jangan Khawatir Jika Dia Belum Mengirim Pesan

Jangan jadikan notifikasi dari seseorang sebagai sumber utama ketenanganmu.

Jika sepanjang hari kamu terus memeriksa ponsel hanya untuk melihat apakah dia sudah mengirim pesan, berarti sebagian besar perhatianmu sudah berada di luar kendalimu.

Kamu sedang membiarkan tindakan seseorang menentukan suasana hatimu.

Padahal, hidupmu jauh lebih besar daripada satu percakapan.

Tetaplah bekerja, berolahraga, belajar, menjalankan bisnis, bertemu teman, atau mengerjakan hal-hal yang memang penting bagi hidupmu.

Contoh

Kamu mengirim pesan pada pukul 10 pagi.

Sampai pukul 5 sore belum ada balasan.

Daripada menghabiskan tujuh jam dengan memikirkan hal tersebut, gunakan waktu itu untuk menyelesaikan pekerjaan, berolahraga, membaca, atau mengejar tujuanmu.

Jika dia membalas, kamu dapat merespons dengan tenang.

Jika dia tidak membalas, hidupmu tetap berjalan.

Itulah bentuk kemandirian emosional.


Jangan Khawatir Jika Dia Menyukai Orang Lain

Ada kemungkinan seseorang yang kamu sukai ternyata memiliki ketertarikan kepada orang lain.

Hal itu mungkin menyakitkan, tetapi kamu tidak dapat memaksa seseorang untuk memilihmu.

Ketertarikan bukan sesuatu yang bisa diperoleh melalui tekanan, pengejaran, atau kecemasan.

Jika seseorang memilih orang lain, terimalah kenyataan tersebut dengan harga diri.

Bukan berarti kamu tidak cukup baik.

Terkadang seseorang hanya tidak cocok dengan kita.

Contoh

Kamu sudah berusaha mengenal seorang wanita.

Namun, setelah beberapa waktu kamu menyadari bahwa dia lebih tertarik kepada pria lain.

Kamu memiliki dua pilihan.

Pertama, terus mengejarnya, membandingkan dirimu dengan pria tersebut, merasa marah, dan berusaha mendapatkan perhatiannya kembali.

Kedua, menerima kenyataan dan tetap fokus membangun kehidupanmu.

Pilihan kedua mungkin terasa lebih sulit pada awalnya, tetapi jauh lebih sehat untuk jangka panjang.


Jangan Biarkan Perilaku Seseorang Menghilangkan Ketenanganmu

Jangan pernah membiarkan perilaku, tindakan, atau emosi seorang wanita membuatmu kehilangan ketenangan.

Bukan karena emosinya tidak penting.

Tetapi karena emosi orang lain bukan sesuatu yang harus selalu kamu selesaikan.

Seseorang bisa sedang marah.

Seseorang bisa sedang kecewa.

Seseorang bisa sedang membutuhkan ruang.

Seseorang juga bisa berubah pikiran.

Tugasmu bukan mengendalikan semuanya.

Tugasmu adalah menjaga dirimu agar tetap rasional ketika menghadapi keadaan tersebut.

Contoh

Jika pasanganmu sedang marah, kamu tidak harus langsung membalas dengan kemarahan.

Kamu bisa berkata:

"Aku memahami kalau kamu sedang kesal. Kita bisa membicarakannya ketika keadaan sudah lebih tenang."

Kemudian berikan ruang yang sewajarnya.

Itu jauh lebih baik daripada membalas dengan hinaan, ancaman, atau pesan panjang yang dikirim karena emosi.


Jangan Pernah Stres Hanya Karena Perubahan Emosi Seseorang

Emosi manusia memang dapat berubah.

Seseorang bisa terlihat bahagia pagi ini, kemudian merasa lelah atau kesal beberapa jam kemudian.

Jangan langsung menganggap setiap perubahan suasana hati sebagai tanda bahwa hubunganmu sedang bermasalah.

Namun, ini bukan berarti kamu harus mengabaikan perilaku buruk.

Ada perbedaan antara memberikan ruang kepada seseorang yang sedang mengalami hari yang buruk dan membiarkan seseorang terus-menerus memperlakukanmu dengan buruk.

Jika sebuah pola perilaku sudah tidak sehat, kamu tetap berhak menetapkan batasan.


Medan Pertempuran Sebenarnya Adalah Reaksimu

Kamu tidak selalu dapat menentukan apa yang terjadi.

Tetapi kamu dapat menentukan bagaimana kamu menghadapinya.

Seseorang mungkin mengabaikan pesanmu.

Seseorang mungkin membatalkan janji.

Seseorang mungkin berubah sikap.

Seseorang mungkin memilih pergi.

Semua itu berada di luar kendalimu.

Yang berada dalam kendalimu adalah:

  • bagaimana kamu berbicara;

  • bagaimana kamu mengambil keputusan;

  • bagaimana kamu mengelola emosi;

  • bagaimana kamu menjaga harga diri;

  • dan apakah kamu tetap menjalankan kehidupanmu.

Kendalikan reaksimu, maka kamu akan memiliki kendali yang lebih besar atas hidupmu.


Jangan Menyerahkan Kendali Dirimu Kepada Orang Lain

Ketika kamu bereaksi berlebihan, terlalu bergantung, cemas, atau posesif, tanpa sadar kamu sedang memberikan terlalu banyak kendali kepada orang lain.

Misalnya, suasana hatimu langsung berubah hanya karena seseorang belum membalas pesan.

Dia tidak perlu mengatakan apa pun.

Hanya dengan diam, dia sudah mampu membuatmu gelisah sepanjang hari.

Ini adalah tanda bahwa ketenanganmu terlalu bergantung pada tindakan orang lain.

Contoh

Jika seseorang membalas pesanmu, kamu bahagia.

Jika dia tidak membalas, kamu marah.

Jika dia memberikan perhatian, kamu percaya diri.

Jika dia menjauh, kamu merasa tidak berharga.

Pola seperti ini membuat kehidupan emosionalmu dikendalikan oleh orang lain.

Belajarlah untuk membangun sumber kebahagiaan dan kepercayaan dirimu sendiri.


Kekuatan yang Tenang Lebih Baik Daripada Pengejaran yang Dipenuhi Emosi

Pengejaran yang berlebihan sering kali tidak menyelesaikan masalah.

Jika seseorang membutuhkan ruang, mengejarnya dengan puluhan pesan justru dapat membuat keadaan semakin buruk.

Jika seseorang kehilangan minat, memaksanya untuk kembali tertarik juga tidak akan menghasilkan hubungan yang sehat.

Ketenangan bukan berarti tidak peduli.

Ketenangan berarti kamu peduli tanpa kehilangan kendali atas dirimu sendiri.

Contoh

Daripada mengirim:

"Kenapa kamu berubah? Aku salah apa? Tolong jawab aku."

Kamu bisa memberikan ruang dan melihat bagaimana dia bersikap.

Jika dia memang masih menghargai hubungan tersebut, dia akan menunjukkan usaha.

Jika tidak, kamu mendapatkan jawaban melalui tindakannya.


Dia Memperhatikan Bagaimana Kamu Menghadapi Ketidakpastian

Dalam hubungan, tidak semua hal bisa mendapatkan kepastian dengan cepat.

Kamu tidak selalu tahu apa yang dipikirkan seseorang.

Kamu tidak selalu tahu bagaimana perasaannya.

Kamu bahkan tidak selalu tahu ke mana hubungan tersebut akan berjalan.

Karena itu, kemampuan menghadapi ketidakpastian merupakan bagian penting dari kedewasaan emosional.

Orang yang stabil tidak langsung panik hanya karena sesuatu belum jelas.

Dia mengamati.

Dia berkomunikasi ketika diperlukan.

Dia melihat tindakan, bukan hanya kata-kata.

Kemudian dia mengambil keputusan berdasarkan kenyataan.


Fokuslah Pada Kehidupanmu Sendiri

Salah satu cara terbaik untuk menjaga ketenangan adalah memiliki kehidupan yang tetap berjalan meskipun seseorang datang atau pergi.

Fokuslah pada:

Keuangan.

Bangun kondisi finansial yang sehat dan bertanggung jawab.

Kesehatan.

Rawat tubuh, tidur cukup, berolahraga, dan menjaga pola hidup.

Karier dan pekerjaan.

Bangun kemampuan dan sesuatu yang dapat membuat masa depanmu lebih baik.

Tujuan hidup.

Miliki target yang tidak bergantung pada hubungan romantis.

Pertumbuhan diri.

Terus belajar, memperbaiki karakter, dan menjadi versi dirimu yang lebih baik.

Ketika hidupmu memiliki arah, kamu tidak akan terlalu sibuk mencari kepastian dari seseorang.


Pria yang Kuat Tidak Harus Bereaksi Terhadap Segalanya

Keheningan, jarak, dan ketidakkonsistenan tidak otomatis menghancurkan seorang pria yang memiliki kendali diri.

Dia akan mengamati semuanya.

Jika seseorang memberikan usaha, dia juga memberikan usaha.

Jika seseorang mulai menjauh, dia tidak perlu mengejar tanpa batas.

Jika komunikasi menjadi tidak sehat, dia membicarakannya.

Jika tidak ada perubahan, dia mampu mengambil keputusan untuk melanjutkan hidup.

Itulah perbedaan antara menyerah dan menerima kenyataan.

Menerima kenyataan bukan berarti kamu lemah.

Justru terkadang dibutuhkan kekuatan besar untuk berhenti memaksakan sesuatu yang memang tidak berjalan.


Pengendalian Emosi Adalah Bentuk Kekuatan

Pengendalian emosi bukan berarti menjadi pria yang dingin atau tidak memiliki perasaan.

Kamu tetap boleh kecewa.

Kamu tetap boleh sedih.

Kamu tetap boleh merasa kehilangan.

Tetapi jangan biarkan emosi sesaat mengambil keputusan yang akan kamu sesali dalam jangka panjang.

Misalnya, ketika sedang marah, jangan langsung mengirim pesan kasar.

Ketika sedang cemburu, jangan langsung menuduh.

Ketika sedang takut kehilangan, jangan langsung memohon.

Berikan dirimu waktu untuk berpikir.

Rasakan emosinya, tetapi jangan biarkan emosi mengendalikan tindakanmu.


Tetap Teguh Pada Prinsipmu

Pada akhirnya, kamu tidak perlu memenangkan perhatian semua orang.

Kamu juga tidak perlu memaksa seseorang untuk melihat nilai dirimu.

Seseorang yang benar-benar menghargai kehadiranmu akan menunjukkannya melalui sikap dan tindakan.

Bukan berarti hubungan akan selalu mudah.

Setiap hubungan pasti memiliki masalah.

Tetapi hubungan yang sehat seharusnya memiliki komunikasi, rasa hormat, usaha, dan batasan yang jelas dari kedua pihak.

Jika semuanya hanya datang dari satu sisi, kamu perlu berani melihat kenyataan.

Jangan terus mengejar seseorang hanya karena takut kehilangan.


Kesimpulan

Ketenangan batin adalah salah satu bentuk kekuatan terbesar yang dapat kamu bangun.

Bukan berarti kamu tidak peduli kepada wanita.

Bukan berarti kamu harus bersikap dingin.

Bukan berarti kamu tidak boleh mencintai seseorang.

Artinya, kamu tidak kehilangan dirimu sendiri ketika mencintai seseorang.

Jika dia belum mengirim pesan, tetap jalani hidupmu.

Jika dia membutuhkan ruang, berikan ruang yang sehat.

Jika dia berubah sikap, amati tindakannya.

Jika dia tidak lagi memberikan usaha, jangan terus memaksakan diri.

Dan jika seseorang memilih pergi, biarkan dia pergi tanpa membawa serta ketenanganmu.

Karena pada akhirnya, tujuanmu bukan mengendalikan seseorang.

Tujuanmu adalah mengendalikan dirimu sendiri.

Tetap tenang.

Tetap teguh pada prinsip.

Tetap fokus pada kehidupanmu.

Bangun kesehatanmu, keuanganmu, kariermu, hubungan sosialmu, dan masa depanmu.

Seseorang yang tepat akan menghargai pria yang memiliki arah hidup.

Sedangkan mereka yang tidak sejalan tidak perlu kamu kejar selamanya.

Jangan biarkan perilaku orang lain menentukan nilai dirimu.

Kamu memiliki kehidupan untuk dijalani, tujuan untuk dicapai, dan diri sendiri untuk terus dibangun.

Posting Komentar